Minggu, 26 Oktober 2008

BAYANG BAYANG

sebuah bayangan menjelma
mengikuti arahku, dalam gerak malam
tampa cahaya, kesunyian
menyesakan

kumpalan asap langit-langit kamar
serta potret masa depan
yang sudah berdebu. kusaksikan,
perkelahian panjang mengalir
mendengung ditelingaku

sosok yang tidak asing berkelana
dalam hinanya kata-kata
berlayar diujung jari
terdampar sakit, tercekik, terbelenggu
ruang nasib, tampa aroma dan madu

O,, sosok yang tamak penderitaan!
diwajahmu bersarang garang makian
dipundakmu memikul kesombongan
dikakimu bernanahkan kerakusan

menjelmalah?, demi sebuah isyarat
aku, memungguti kisah-kisah
walau terbelit keras kehidupan
dan aku, hanyalah kerdil rakyat kecil

Read more...

Sabtu, 25 Oktober 2008

Terombang Ambing

dari rantingmu daun berguguran
berjatuhan, melayang menebar bunyi
gemerisik, kemelut bintang jantung berdendang
apakah anak-anak sudah makan

daki melekat dan tetesan keringat mengengat
setiap persimpangan jalan kau punguti sisa-sisa
kehidupan, dilorong-lorong dan gang-gang busuk
kakimu bersahabat.

entah berapa butir beras
kau kumpulkan, dari hasil perjalanan panjang
tanpa batas, sementara anakmu mengembara
mengejar cita-cita yang keras. yang telah kau impikan
aku disini anakmu, dalam bimbang mengukir kehidupan

Read more...

Krudung Suci

balutanmu mempesona
memancarkan kilau cahaya suci
menyejukan hati,
tiada sehelai rambut kau biarkan terurai
merayap lepas, dari ikhlas mu tetap kau jaga

riasmu bercahaya elok dan menawan
secantik embun dikala pagi
secerah mentari
seindah pelangi

kau wanita berkrudung suci
tausiah mu sahdu menyentuh kalbu
bagai putri kayangan, mengucap
lembut tutur katamu

tak sehelai dosa kau sebar dari mata yang memandang
aku disini melihatmu penuh makna

Read more...

Selasa, 21 Oktober 2008

TOPENG

Satu bagian telah pecah
berkali-kali mencari makna tercekik dan terbelenggu
walau membahana dijejak-jejak langkah
rasa sakit terus menjelma
menjulur memberi aroma darah
serapahmu muntah tak bermuara

wajah-wajah berebut dan terus berkuasa
kursi raja kosong licin tak berdebu
rakyat jelata merangkak membelah bumi
kau cambuk dengan sumpah manis

kesejahtraan melambung tinggi keangkasa
matamu terjatuh terkubur dalam bumi
cacing-cacing tanah menyaksikan
yang telah buta
tertaburi racun dunia

Read more...

TAK KUNJUNG PERGI DAN HILANG

Tanah ini begitu gersang
laksana tangisku yang telah kering dari sejak malam menangis

berita pahit darimu
bagai guntur
menyiksa batin
kuteriak,,,
goncangkan bumi
berkali kuteriak
murka tak kunjung sirna

cinta yang kau bunuh
adalah sejarah terakhir yang bersemayam
tak kunjung pergi dan hilang
walau telah ku usir

dirimu peri bagiku
menyelamatkan dari dunia hampa
bukan selamanya tapi hanya sesaat

Read more...

Harapan senja

auramu terpancar maha dahsyat
bersinar lembut menyusup
perlahan melekat
berdetak kencang menyentuh jantungku
diam-diam perasaan tak dapat dependam

kau anugrah
bila dapat ku genggam
kau anugrah
bila dapat sejalan

Harapan senja
waktu belum bersaksi
sore belum tiba
matahari belum terbenam
genggamlah semangat dia pasti datang

Read more...

nengok IP

  © Blogger template The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP