TOPENG
Satu bagian telah pecah
berkali-kali mencari makna tercekik dan terbelenggu
walau membahana dijejak-jejak langkah
rasa sakit terus menjelma
menjulur memberi aroma darah
serapahmu muntah tak bermuara
wajah-wajah berebut dan terus berkuasa
kursi raja kosong licin tak berdebu
rakyat jelata merangkak membelah bumi
kau cambuk dengan sumpah manis
kesejahtraan melambung tinggi keangkasa
matamu terjatuh terkubur dalam bumi
cacing-cacing tanah menyaksikan
yang telah buta
tertaburi racun dunia

