KABUT RINDU
pintu hati terbuka lebar
mengucapkan salam selamat datang sayang!
bersua dengan mu adalah mukzijat terindah
membekukan kelam, hadir keindahan
tersibak hitam. disana, serba putih
ruang pertemuan.
terbelit tangan dan dekapan semakin kencang
tirai menari oleh lembutnya angin
arusmu semakin kencang
bernot do-la-do didadaku
tetesan rindu menjelmakan salju
berjatuhan lembut diubun-ubun kasih sayang
hingga larut mulut terkatup
kita jatuh dalam ruang rindu.
duhai kekasihku!
tiap kau sentuh bibir rinduku
aliran darah memuncak menari diatas pelangi
tercekat mataku pada bulan
seakan enggan adanya perpisahan
aku terdiam. mutiara kata-kata menghilang
karena bersua pada garis lurus matamu
sejuk, lembut, dan berkilauan
maafkan aku,
telah membuat dirimu terkatung dalam kesendirian
jauh berlari dan terbang dalam waktu yang panjang
sesungguhnya sukmaku
pun berpijar dalam kesepian-kesepian lainnya
menanti kabar diselat rimbaku
membunuh keputusasaan, dan
kini kau kembali dalam rindu
bertaburan cahaya salju kerinduan
memutihkan mataku.
bahagia dalam peluk dan dekapan hangat
milikku dan milikmu seorang.

