KUTAKAN KEMBALI
ketika hati tersayat-sayat
terherat dan sesak untuk bernapas
ingatan kerparat dirimu yang menyesakan, pun terbayang
bagai kecoa binal tertawa, berlabuh
dalam ketulusan ku sia-sia
meronta, bersujud, mengemis dalam permohonan.
dan kini dirimu nakal dalam pandanganku.
matahari kasih sayang telah redup
dalam alunan lagu
namamu hlang tersirami hujan prilaku
bodoh, berlumut dalam karang tampa sinar
menciut dalam jiwa hitamku
tampa kasih, tampa sayang
ritme diary yang kutulis
diujung paraf dan tanggal menghilang
tampa bekas, dan aku sekarang enggan mengejar.

