Senin, 03 November 2008

PERJALANAN PANJANG SEORANG IBU #1#

Ibu, langkahmu letih menuju puncak pengharapan.
walau jurang bebatuan panas berlahar makian
menghujam, cibir-cibir hina
disela berita perjalanan kau seorang.

jalanan kota, bumbu-bumbu dan aneka warna
tersaji, dalam bising laju kereta nasibmu berlayar
pecahkan malam.
matamu masih bersinar: demi sekaleng susu,
sesuap nasi, buku-buku dan bekal anakmu diperantauan.

Ibu, laju waktu terus berputar,
kumparan mesin melaju kencang
debu-debu berterbangan
mendarat dijidatmu, mengerut
lusuh dan berkarat.

perjalananmu belum juga usai!

menyusuri cahaya dikegelapan
lalu hinggap aral dan rintangan menembus
cahaya kesabaran, kau tetap bertahan.
meski lelah nenetas merayapi kulit
jatuh dan tersungkur dalam kejam pencarian nafkah tak berujung
tak ada keluh yang tersampaikan
dalam cermin wajahmu. Ibu,

deru kereta terus melaju,
melewati kota bernama.
sementara aku duduk dikursi jeruji kesombongan
mendekur pulas mengukir hidup dengan membalikan tangan.

nengok IP

  © Blogger template The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP