Rabu, 19 November 2008

SITUGUNUNG

I

diantara danau dan pepohonan
burung-burung berkicau meneguk sisa embun dipucuk daun muda
kita berada disana dipesisir danau situgunung.
diatas sebuah tikar kasih sayang
kau rebahkan lelah, lembut didadaku
berbenderakan janji-janji setia.

riak belaimu bergelombang
perlahan menjalar disela-sela rambut
jatuh aku penuh kebahagiaan
mendengar ceritamu milikku seorang
sesaat kulihat air danau jernih kebiru-biruan memantulkan cahaya
wajahmu yang anggun begitu indah terlukiskan
bersama ku yang berjaga tuk setia
kuteriak menyebut namamu, mengema
alam dan seisinya menyambut riang mengulang nama.

II

dibawah garduh
beratap ranting dan daun-daun tua
kita duduk menatap indahnya alam
sahdu gemericik hujan
terpaan angin lembut menyambut
halus, kita lukiskan sebuah cerita
pada lorong-lorong cahaya diselipan
belukar rindang daun kebagahiaan.

matahari mulai menghilang
kita masih terdiam saling menghangatkan
dan dentuman-dentuman kepercayaan berdetak
sesaat lalu bergetar
berdua kita tampa jarak
melukis pada jiwa
bengan jari
berpelurukan kesetiaan
aku jatuh berlabuh didadamu.

III

waktunya pulang sayang,,, "ku ucapkan"
pada jalan yang berliku
sepi, hening, kita melangkah
jantungku terus berdekup kencang
pada setiap simpang kau beri kenangan
mesra, seakan enggan kau tuk berpisah
lihat, "kataku" dalam ketinggian
diatas gunung situgunung
hamparan pesawahan, perumahan dan kota
kita saksikan
andai aku bisa melukis "katamu"
ingin mengambarkan semua ini
dan disana ditanah luas pesawahan
membangun rumah luas dikelilingi aneka bunga
dengan halaman yang luas ditanami rumput hijau
serta dua orang anak yang bermain disana.

"sayang kita harus pulang tinggalkan tempat ini"

IV

Kedai Tua,
ku teguk sisa kenangan bersamamu
diantara sisa-sisa waktu perpisahan
sebatang rokok yang telah aku lupakan
kuhisap dalam-dalam dan kini mengepul dan bergelombang
menutpi awan,
kitapun berpisah dengan kenangan dan waktu
tampa menyebutkan tanggal kapan kita berjumpa lagi
kau tingalkan aku
dan kini kau pergi dengan kendaraan melaju kencang
warna langit menjadi kelabu
aku berdiri dengan sejuta kenangan
berawan keindahan.

nengok IP

  © Blogger template The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP